Strategi Cara Menulis Sinopsis Berbentuk Fiksi

Sinopsis atau synopsis berasal dari kata synopical yang dengan kata lain ringkas. Berdasarkan asal kata tersebut, sinopsis diartikan: ringkasan sebuah materi artikel yang panjang (baik rekaan maupun non-fiksi) dan sinopsis tersebut sendiri ditulis dalam format narasi.

Sinopsis terdiri dari dua versi, yakni (1) sinopsis yang ditulis guna meringkas karya yang telah ada atau telah ditulis secara menyeluruh dan (2) sinopsis yang yang ditulis guna persiapan mencatat suatu usulan yang bakal dituangkan dalam format fiksi maupun non-fiksi.

Tulisan sebagai berikut akan membicarakan secara singkat stategi mencatat synopsis dua versi guna materi yang berbentuk rekaan yang sudah menjadi sebuah karya maupun yang masih berupa gagasan atau gagasan.

Ada pihak yang berpikir bahwa sinopsis itu melulu meringkas karya yang telah ada atau kitab yang yang telah terbit. Padahal terdapat versi lainnya, yakni ringkasan sebuah gagasan atau usulan untuk direalisasi menjadi suatu karya yang utuh.

Strategi Cara Menulis Sinopsis Berbentuk Fiksi


Siapa juga yang hendak menjadi pengarang maupun pengarang kitab dan memasarkan karyanya ke penerbit, mesti punya keterampilan menulis sinopsis. Demikian pula untuk penulis skenario yang hendak menjual karyanya ke produser. Karena sinopsis adalahsellingpoint (nilai jual) sebuah karya guna dipertimbangkan oleh pihak-pihak yang bakal membelinya (naskah kitab dibeli oleh penerbit, skenario dibeli oleh produser film).

Biasanya, pihak penerbit akan memakai sinopsis sebagai blurd on the backcover. Blurd ialah pujian atau uraian singkat isi kitab sebagai iklan, supaya diminati pembaca. Untuk produser film, blurd bakal dikutip guna diterbitkan dalam format poster yang disertai ilustrasi unsur adegan film yang paling unik dijadikan iklan supaya film tersebut dipenuhi penonton.

Di luar negeri, terutama di AS, Eropa dan Australia, menawarkan sinopsis adalahhal yang lazim untuk para penulis.Penawaran itu ditujukan untuk para agen (syndicate) naskah yang nantinya akan memasarkan karya semua penulis untuk penerbit. Di Indonesia setahu saya, belum terdapat agen professional meskipun ada sebuah lembaga yang menamakan usahanya sebagai ‘bank naskah’. Itulah sebabnya, semua penulis maupun penulis Indonesia memasarkan karya mereka langsung ke penerbit tanpa melewati syndicate.

Sebaliknya, bila Anda mencatat sinopsis bacaan (buku) yang sudah terbit, pun harus berisi selling-point, supaya banyak dibaca orang. Karena sinopsis tidak sekadar ringkasan, melainkan pun penjelasan yang informatif.

Dasar-Dasar Menulis Sinopsis


Berikut ini strategi mencatat sinopsis suatu karya dan mencatat sinopsis sebuah gagasan atau gagasan:

Menulis Sinopsis Sebuah Karya


  • Membaca dengan cermat karya yang akan diciptakan sinopsis
  • Ambil intisari (extract/substance) karya yang dibaca guna dijadikan inti ringkasan
  • Tulis dengan bahasa yang mengalir (khas Anda) laksana sedang mendongeng
  • Menulis sinopsis ialah melakukan retold (menceritakan kembali)
  • Sinopsis sebuah kitab idealnya antara 500 – 1.000 kata roman, komidi, criminal, horror dsb (Jangan Bertele-tele)
  • Perlu ilustrasi (cover buku)
  • Dipublikasi di media-massa / guna umum
  • Tidak menyematkan biodata penulis
  • Sinopsis bukan resensi


Menulis Sinopsi Ide/Gagasan


  • Menulis plot-plot ide/gagasan yang bakal ditulis sebagai selling-point
  • Tegaskan, target – sasaran ide
  • Tulis dengan gaya artikel Promosi yang mempunyai sifat merayu supaya pihak penerbit /produser tertarik membelinya guna diterbitkan/ diproduksi
  • Tonjolkan dengan jelas, apa yang bakal dijual: cinta, parodi, satire, roman, komidi, criminal, horror dsb
  • Panjang sinopsis 750 – 1.500 kata
  • Tulisan dimulai dengan trigger – sebagai daya tarik
  • Mencantumakan biodata penulis/pengarang sebagai selling point
  • Sinopsis ini sebagai cikal akan karya yang bakal ditulis/dikembangkan


Bukan Hasil Browsing


Bila kita akan mencatat sinopsis suatu karya, tidak barangkali akan terwujud dengan baik bilamana hanya mengandalkan sistem browsing pada waktu menyimak karya tersebut. Yang benar merupakan: (1) Membaca pelajaran dengan cermat dan sarat konsentrasi; (2)Menyediakan masa-masa khusus guna membaca; (3) Membaca dalam situasi rileks – tanpa tekanan; (4) Pahami materi; (5) Pikirkan sinopsis yang bakal ditulis siapa pembacanya? dan ; (6) Tulis sinopsis dengan bahasa yang gampang dimengerti oleh pembaca.

Sinopsis guna ‘menjual’ gagasan atau gagasan, pun memerlukan fokus yang serius supaya dapat menonjolkan butir-butir selling-point. Untuik tersebut perlu: (1) Pemetaan pelajaran yang bakal dijual: siapa sasarannya?; (2) Sinopsis yang sudah ditulis butuh disertai lembar-lembar presentasi detail usulan sebagai pendukungnya; (3) Siap menerima kritikan dan mengerjakan revisi (apabila d i a n g g a p p e r l u o l e h penerbit/produser) bahkan mungkin membongkar (re-writing); (4) Mempertimbangkan segi ekonomi (full-commercial atau flexible?) dan (5) Siap berkata untuk mempresentasikan sinopsis.